Tentunya akan merupakan hal yang sangat tidak menyenangkan apabila tiba-tiba keindahan akuarium kita terganggu oleh kehadiran benda asing dalam akuarium tersebut.

Meskipun kejadian tersebut adalah hal yang alamiah, tetapi bisa sangat mengurangi kenyamanan bagi para pecinta keindahan bawah air lewat akuariumnya. Salah satu benda asing yang dapat mengurangi kecantikan penampilan sebuah akuarium, terutama akuarium tanaman adalah lumut.

Lumut atau alga merupakan tumbuhan sederhana yang kerap muncul dalam akuarium. Kehadirannya sering mengganggu pemandangan dan keindahan akuarium dan menimbulkan kesan kotor, kusam atau kumuh. Tidak sedikit pula mereka mampu bersaing dengan tanaman utama dalam akuarium sehingga pada akhirnya tanaman-tanaman tersebut bisa menderita dan mati.

Berbagai jenis lumut atau alga dapat tumbuh dengan mudah dalam lingkungan akuarium. Alga selain akan menyelimuti tanaman dan benda lain dalam akuarium, mereka akan bersaing dengan tanaman dalam hal cahaya dan unsur hara sehingga tanaman utama lambat laun akan menderita dan mati. Disamping dapat menghambat pertumbuhan tanaman utama, mereka sering menunjukkan pemandangan yang tidak sedap dilihat dan mampu melepaskan beberapa bahan beracun ke dalam air sehingga akan mengganggu tanaman dan ikan dalam akuarium.

Secara umum boleh dikatakan tidak mungkin untuk dapat membebaskan akuarium sama sekali dari alga. Selama dalam akuarium ada air, cahaya dan unsur hara, maka mereka akan dapat tumbuh kapan saja. Yang dapat dilakukan adalah bagaimana meminimalkan pertumbuhan mereka sekecil mungkin sehingga tidak menimbulkan gangguan. Kehadiran alga dalam jumlah tertentu sering menimbulkan daya tarik tersendiri, seperti misalnya alga yang tumbuh dibebatuan atau pada potongan kayu yang dipasang dalam akuarium. Kehadiran alga ini pun sering dikehendaki sebagai sumber makanan tambahan bagi ikan, terutama ikan-ikan herbivora.

Dalam banyak hal, akuarium yang ditanami tanaman dengan baik jarang mempunyai masalah dengan alga dibandingkan dengan akuarium polos tanpa tanaman. Pertumbuhan alga berlebih dalam akuarium hanya akan terjadi apabila kondisi tertentu dalam akuarium menjadi ideal bagi pertumbuhan alga. Meskipun demikian hal ini dapat dicegah sehingga keadaan yang sesuai bagi pertumbuhan alga tersebut tidak sampai terjadi.

Pertumbuhan alga dalam akuarium seringkali dipicu oleh kelebihan bahan organik dan kualitas air yang buruk, serta kelebihan unsur hara. Kelebihan unsur besi (Fe) misalnya sering menjadi pemicu “ledakan” alga dalam akuarium, seperti dari jenis alga hijau atau alga benang.

Berbagai Jenis Alga

Alga Hijau

Alga Hijau biasanya berkembang sebagai akibat akumulasi sisa pakan ikan dan “kelebihan” cahaya. Untuk mengendalikan jenis alga ini bisa dilakukan dengan memasukkan jenis-jenis ikan pemakan alga. Diantaranya dari golongan catfish, seperti : H y p o s t o mu s , Ancistrus , hemancistrus, dan Pterygoplichthys.

Poecilia seperti Poecilia melanogaster juga diketahui termasuk pemakan alga yang lumayan. Kebanyakan ikan-ikan ini merupakan ikan malam, oleh karena itu apabila dalam akuarium tidak ada alga, mereka perlu dikasih makan sesaat sebelum lampu dimatikan.

Penggunaan bahan kimia untuk mengontrol pertumbuhan alga dalam akuarium secara tidak langsung sering pula menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman dalam akuarium itu sendiri.

Keluarga alga hijau sering berupa golongan alga berbentuk benang. Jenis-jenis ini pada umumnya relatif mudah dikendalikan dengan menggunakan scrapper plastik. Meskipun demikian ada pula kelompok alga ini yang terdiri dari tumbuhan bersel tunggal. Tumbuhan ini sering menyebabkan munculnya air hijau di perairan. Solusi dengan mengurangi pakan yang berlebih dan mengurangi pencahayaan sering berhasil dalam menanganinya.

Alga Sel Tunggal

Alga ini merupakan alga bersel tunggal. Pada kondisi yang sesuai alga jenis ini akan dapat menggandakan diri dengan cepat dan menyebabkan air menjadi berwarna hijau. Ukuran tanamannya sering terlalu kecil untuk ukuran filter mekanik, sehingga dengan meningkatkan kemampuan filter saja sering tidak efektif untuk menanggulangi alga ini.

Pemicu utama perkembangan mereka adalah sinar matahari langsung dan kelebihan bahan organik terlarut dalam air. Pada kolam, alga sel tunggal sering dihalau dengan menggunakan filtrasi Ultra Violet. Meskipun demikian, dalam akuarium tanaman penggunaan filtrasi Ultra Violet tidak direkomendasikan karena proses radiasinya dapat menyebabkan terjadinya penguraian unsur-unsur hara yang diperlukan oleh tanaman. Cara yang paling mudah adalah dengan menghindarkan dari sinar matahari langsung, diantaranya dengan menghalangi sinar matahari tersebut sehingga tidak langsung mengenai akuarium yang bersangkutan dan mencoba mengurangi terjadinya penumpukan jumlah bahan organik dalam air akuarium. Pengurangan penumpukkan bahan organik terlarut dapat dilakukan dengan menghindari pemberian pakan yang berlebihan dan dengan rajin-rajin membersihkan gravel. Apabila segala upaya yang dilakukan untuk menanggulangi alga jenis ini tidak juga membuahkan hasil, maka cara penanggulangan dengan bahan kimia bisa dijadikan alternatif.

Bahan-bahan kimia untuk menanggulangi alga sel tunggal bisa didapat di toko-toko perlengkapan akuarium. Pada umumnya mereka diberi label sebagai “green water treatment”. Sebagian besar dari bahan ini berfungsi untuk menyatukan atau menggumpalkan individu-individu alga sehingga membentuk gumpalan lebih besar sehingga akan menjadi lebih mudah terperangkap dalam filter mekanik atau lebih mudah disifon keluar dari akuarium.

Alga Benang

Alga Benang merupakan salah satu jenis alga yang umum dijumpai dalam akuarium. Pada umumnya mereka merupakan alga dari genus Spirogyra. Mereka hadir dalam berbagai bentuk sehingga sering dikenal sebagai alga benang, alga rambut, atau alga karpet. Alga benang secara fisik berbentuk memanjang seperti benang atau rambut yang tumbuh dari berbagai permukaan, seperti permukaan tanaman, substrat atau bahkan dinding kaca akuarium. Apabila kondisi lingkungannya sesuai mereka akan tumbuh dan berkembang dengan cepat, sehingga menutupi seluruh tanaman dan dekorasi akuarium. Kelebihan sinar dan bahan organik merupakan pemicu utama pertumbuhan alga ini. Sedangkan secara umum persyaratan hidupnya mendekati persyaratan hidup tanaman akuarium. Oleh karena itu mereka kerap dijumpai hadir dalam akuarium kita.

Penanggulangan yang direko¬mendasikan adalah dengan cara fisik. Artinya mereka diambil secara manual disertai dengan pembersihan gravel dengan rutin. Pengambilan secara fisik dapat dilakukan dengan menggunakan sepotong kayu dengan permukaan kasar, kemudian mencoba melilit alga tersebut dan menariknya keluar. Pengurangan pencahayaan juga dapat mengurangi pertumbuhannya. Sedangkan penggunaan ikan pemangsa alga diketahui tidak begitu efektif. Ikan- ikan tersebut biasanya hanya akan memangsa alga yang masih muda saja. Terkadang, alga jenis ini akan menghilang dengan sendirinya dari dalam akuarium, meskipun tidak diberi perlakuan apapun.

Alga Hijau-Biru

Penyebab kehadiran alga hijau biru dalam akuarium sampai saat ini masih belum bisa diketahui dengan pasti. Meskipun demikian ditengarai bahwa mereka kerap muncul pada lingkungan akuarium dengan kadar hara tinggi, terutama nitrat dan nitrit, dan kualitas air buruk. Alga ini dapat tumbuh pada air dengan kandungan nitrat hingga 200 mg/liter. Alga biru merupakan alga dari genus Oscillatoria atau beberapa genus lainnya.

Alga ini pada umumnya akan tampak seperti lembaran atau hamparan tipis berwarna hijau-biru pada permukaan substrat, dekor dan bahkan daun tanaman. Apabila dipegang akan terasa seperti lendir dan mudah pecah. Seringkali mereka mengeluarkan bau yang khas, yang dapat tercium pada permukaan air.

Alga Hijau-Biru bersifat racun atau setidaknya rasanya pahit, sehingga ikan-ikan pemangsa alga biasanya akan menghindari kehadiran alga ini. Penanggulangannya relatif sulit, hanya bahan kimia tertentu yang diketahui mampu mengatasinya. Alga dapat saja disifon keluar dari dalam akuarium dengan cepat, akan tetapi biasanya mereka segera akan tumbuh kembali. Meskipun demikian pembersihan rutin permukaan substrat dan gravel akan membantu mengurangi pertumbuhan alga Hijau-Biru ini.

Beberapa kondisi yang tidak disukai oleh alga Hijau-Biru adalah kondisi air dengan pH dibawah 6.0. Sehingga bisa saja dijadikan pertimbangan untuk penang¬gulangan alga tersebut. Penanggulangan secara kimiawi sering dilakukan disertai dengan menggelapkan akuarium selama 48 jam. Hal ini dapat membantu mempercepat dan memperpendek masa perlakuan. Total penggelapan akuarium selama 4-6 hari dan beberapa kali penggantian air total dapat menyebabkan kondisi tidak sesuai untuk pertumbuhan alga Hijau-Biru sehingga bisa dijadikan alternatif lain penanggulangannya.

Alga Coklat

Alga coklat merupakan jenis alga yang paling umum dijumpai dalam akuarium. Meskipun disebut sebagai alga, mereka sebenarnya adalah Diatom. Diatom bersifat amorf atau dengan kata lain tidak mempunyai bentuk, dan jarang dijumpai berbentuk benang. Mereka tumbuh menyelimuti dan melekat dengan kuat pada suatu permukaan solid seperti batu, kayu dan juga kaca akuarium, dan terasa kasar apabila dipegang. Apabila rajin melakukan pembersihan pada permukaan-permukaan demikian, Diatom biasanya tidak akan menjadi masalah. Diatom yang tumbuh pada permukaan kaca akan dengan mudah disingkirkan dengan mengerok kaca tersebut dengan alat pembersih kaca. Sedangkan mereka yang tumbuh dipermukaan daun perlu ditangani dengan lebih hati-hati agar jangan sampai merusak daun itu sendiri.

Diatom pada umumnya muncul pada akuarium tanaman yang memiliki kesadahan tinggi, atau pada akuarium dengan penyinaran rendah. Karena menyukai penyinaran rendah diatom sering tidak menjadi masalah pada akuarium-akuarium dengan penyinaran baik. Diatom biasa menjadi makanan ikan pemakan alga dan siput.

Alga Sikat

Alga sikat merupakan kelompok alga merah dari genus Audouinella. Mereka tumbuh dari satu titik tumbuh, membentuk cabang- cabang berwarna hijau-hitam atau coklat menyerupai benang-benang halus. Alga sikat akan membentuk gerombol setinggi 5-20 mm, menyerupai sebuah sikat, sehingga mereka disebut sebagai alga Sikat.

Alga sikat pada awalnya akan tumbuh secara perlahan dalam akuarium. Akan tetapi setelah itu mereka akan tumbuh dengan cepat. Mereka biasa tumbuh pada permukaan kayu. Meskipun demikian mereka dapat pula tumbuh pada permukaan substrat bahkan pada permukaan daun, filter dan di pojok-pojok akuarium. Pemicu pertumbuhan alga ini belum diketahui dengan pasti, tetapi diduga tidak ada kondisi khusus yang menjadi penyebabnya.

Untuk menanggulanginya dire¬komendasikan agar memindahkan atau mengeluarkan benda-benda yang ditumbuhi alga tersebut, atau setidaknya benda-benda tersebut dibersihkan secara rutin. Meskipun tersedia bahan kimia untuk mengatasinya, akan tetapi efektifitasnya sangat bervariasi sehingga sering seseorang menyatakannya manjur, sedangkan yang lain tidak merasakan efek apa-apa. Sampai tahap tertentu, ikan pemangsa alga, khususnya Crossocheilus siamensis mau memakan alga ini. Oleh karena itu dengan memasukan jenis ikan tersebut diharapkan akan dapat membantu mengatasi masalah alga sikat dalam akuarium kita.

Alga Janggut

Secara umum, Alga janggut mirip dengan alga hijau pada umumnya. Akan tetapi jenis ini biasanya membentuk tubuh yang lebih besar dan lebih tebal, dengan warna hijau tua. Mereka merupakan alga merah dari genus Compsopogon. Alga janggut dapat tumbuh hingga mencapai panjang 15 cm. Selain itu mereka akan melekat dengan sangat kuat pada daun, sehingga hampir tidak bisa dilepaskan tanpa menyebabkan kerusakan pada daun itu sendiri.

Alga janggut bisa masuk kedalam akuarium melalui tanaman baru yang dimasukan. Hal ini bisa terjadi apabila tanaman tersebut sebelum berasal dari perairan atau dari tempat pembibitan yang tercemar Alga janggut. Dalam akuarium, alga janggut biasanya akan memposisikan diri dengan membentuk koloni pada bagian tanaman (daun) yang dekat dengan sumber cahaya. Meskipun demikian mereka sendiri bukan merupakan golongan alga yang tergantung pada cahaya.

Air berkesadahan tinggi dengan kadar C02 rendah dan pH tinggi merupakan kondisi yang disukai oleh alga Janggut. Meskipun demikian alga ini juga bisa dijumpai pada air dengan kesadahan rendah. Disamping itu kadar nitrat tinggi akan sangat membantu pertumbuhan alga Janggut.

Penanggulangan alga jenis ini dengan cara mekanik sering menimbulkan kerusakan pada daun karena kemampuan melekatkan dirinya yang kuat. Oleh karena itu sering dianjurkan agar menyingkirkan saja tanaman yang ditumbuhi alga Janggut. Akan tetapi, alga Janggut yang masih muda atau baru tumbuh dapat diatasi dengan memanfaatkan jasa ikan pemakan alga. Penambahan C02 kedalam air merupakan salah satu alternatif penanganan yang sering berhasil. Biasanya pada akuarium tanaman dengan pemupukan C02 alga Janggut tidak akan menjadi masalah.

Alga Bintik Hijau dan Bintik Hitam

Alga bintik hijau merupakan alga hijau yang tampak membentuk bintik-bintik bulat dengan diameter kurang lebih 3 mm. Alga ini akan melekat kuat pada suatu permukaan, seperti kaca dan daun- daun tanaman yang keras.

Alga Bintik Hijau biasanya muncul pada akuarium baru pada saat kondisi air belum stabil atau kualitasnya menurun. Meskipun tidak termasuk merusak, kehadiran sering menyebabkan tanaman berpenampilan tidak indah.

Alga Bintik Hijau akan menghilang dengan sendirinya apabila air akuarium telah stabil. Selain itu dapat pula diatasi dengan menggunakan ikan pemakan alga atau siput.

Berbeda dengan alga Bintik Hijau, Alga Bintik Hitam merupakan jenis alga Merah yang memiliki tubuh sangat pendek, membentuk koloni berwarna gelap sampai hitam dengan bentuk bintik membulat. Bulatan ini berukuran rata-rata 5 mm dan melekat pada jaringan kutikel luar daun. Alga Bintik Hitam biasanya akan tumbuh mulai dari pinggiran daun, sebelum akhirnya akan memenuhi seluruh permukaan daun membentuk untaian bintik-bintik bertautan dalam formasi tidak teratur.

Alga Bintik Hitam boleh dikatakan tidak berhubungan dengan kondisi air tertentu, dengan kata lain mereka bisa tumbuh kapan saja. Alga ini dapat tumbuh dengan cepat dan menulari daun-daun sehat disekitarnya. Daun yang ditumbuhi alga ini akan mati begitu pula dengan tunas daun tanaman yang bersangkutan.

 Penanggulangan alga Bintik Hitam termasuk sangat sulit. Oleh karena itu, sering disarankan untuk segera menyingkirkan tanaman yang tampak menunjukkan terserang oleh alga ini. Ikan pemakan alga dan perlakuan kimia diketahui tidak efektif untuk mengatasi serangan alga Bintik Hitam. Meskipun demikian siput Ramshorn dapat diharapkan akan membantu mengurangi alga ini.

Alga Kluster

Alga ini biasanya merupakan alga dari jenis Ulothrbc. Mereka biasanya berupa benang-benang halus berlendir, tipis, dan berwarna hijau muda. Alga ini tidak melekat pada benda lain, biasanya akan dijumpai tergeletak didasar akuarium membentuk gerombol atau kluster. Alga Kluster sering masuk kedalam akuarium melalui tanaman baru yang tercemar sebelumnya. Kondisi keperluan hidupnya secara umum sama dengan alga benang pada umumnya.

Alga ini dapat diatasi dengan cara mensifon keluar dari dalam akuarium. Sering pula mereka hilang dengan sendirinya setelah periode waktu pertumbuhan tertentu. Ikan pemangsa alga khususnya Ancistrus atau Plecostomus dapat pula membantu mengurangi kehadiran alga ini.

Alga Sisir Hijau

Alga ini merupakan alga hijau dari genus Pithoptora. Alga ini tumbuh dari suatu titik membentuk cabang- cabang tidak teratur, berupa benang halus berwarna hijau muda. Pada umumnya membentuk rumpun-rumpun dengan panjang sekitar 2-3 cm. Alga Sisir biasanya membentuk koloni pada benda- benda mati, seperti kayu atau batu. Tetapi sering pula tumbuh pada daun. Pertumbuhannya dipicu oleh pencahayaan intensif, pemupukan berlebih, dan penggunaan C02.

Rumpun-rumpun alga Sisir dapat diambil dengan mudah secara mekanik. Oleh karena itu, cara ini merupakan cara yang direkomendasikan untuk mengendalikannya dalam akuarium. Ikan pemakan alga seperti Siamese Algae Eater atau sering disebut sebagai SAE dapat membantu mengurangi penyebaran alga ini dalam akuarium tanaman.

Alga Bulu

Alga Bulu merupakan alga dari genus Oedogonium. Alga ini tampak berupa benang-benang halus berwarna hijau muda tidak bercabang yang tumbuh bergerombol saling berdekatan satu dengan lainnya. Mereka akan melekat dengan kuat pada epidermis daun atau batang tanaman. Pada bagian atas daun, alga ini dapat tumbuh membentuk semacam "padang rumput" dengan ketebalan 2-20 mm (tergantung pada spesiesnya).

Alga bulu lebih suka tumbuh pada bagian tanaman yang sedang aktif pertumbuhannya. Kehadirannya dapat menyebabkan daun tanaman mati. Kondisi air dengan kadar bahan organik dan nitrat tinggi diketahui merupakan pemicu pertumbuhan alga jenis ini.

Alga Bulu dapat ditanggulangi secara mekanik dengan cara menyingkirkan bagian tanaman atau daun yang terjangkit atau rusak. Selain itu dengan selalu menjaga air dalam keadaan bersih dan atau melakukan penggantian air secara rutin dapat mengontrol perkembangan alga ini. Siput “Ramshorn" diketahui menyukai alga yang masih pendek, begitu pula dengan ikan Plannobidae dan SAE.

Perlakuan Kimiawi

Penanggulangan alga dalam akuarium tanaman dengan obat- obatan kimia sebaiknya hanya dilakukan sebagai usaha terakhir, apabila cara-cara penanggulangan lain ternyata tidak berhasil. Hal ini berdasarkan pertimbangan bahwa bahan kimia yang digunakan untuk penanggulangan alga kerap bersifat merugikan baik pada tanaman maupun pada ikan yang dipelihara. Sebagian besar bahan kimia pengontrol alga mengandung tembaga atau media penggumpal (flokulan) dalam konsentrasi relatif tinggi. Kedua bahan ini diketahui bersifat racun pada ikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu tembaga dapat diserap oleh tanaman dan berakumulasi sebelum akhirnya menimbulkan pengaruh yang merugikan pada tanaman itu sendiri. Beberapa kasus menunjukkan bahwa keracunan tembaga pada tanaman justru terjadi sebelum tembaga tersebut dapat mempengaruhi alga itu sendiri.

Penanggulangan secara kimiawi pada dasarnya hanya bersifat sementara saja, tidak bersifat permanen. Selain itu perlakuan demikian tidak akan mampu menanggulangi faktor penyebab terjadinya “ledakan” pertumbuhan alga itu sendiri. Apabila faktor penyebab ledakan pertumbuhan alga tidak diatasi maka alga akan muncul lagi setelah perlakuan selesai dilakukan.

Perlakuan Alami

Cara yang paling baik untuk menanggulangi alga adalah dengan cara memicu pertumbuhan tanaman dengan lebih baik. Tanaman pada dasarnya mempunyai keunggulan- keunggulan dibandingkan dengan alga dalam hal menyerap unsur hara dan memanfaatkan cahaya. Oleh karena itu, apabila tanaman dipicu untuk tumbuh dengan baik maka mereka akan mampu bersaing sehingga alga akan menderita. Selain itu tanaman dapat pula memproduksi bahan racun, yang dikenal dengan istilah alelpati. Bahan ini dapat membantu tanaman dalam mencegah pertumbuhan alga disekitamya.

Walau bagaimanapun, pada akuarium tanaman dengan tanaman yang tumbuh sehat didalamnya, jarang dijumpai munculnya masalah dengan alga. Beberapa jenis ikan pemakan alga, siput, dan udang dapat pula ditambahkan kedalam akuarium tanaman untuk membantu penanggulangan alga secara alami. Binatang-binatang ini secara alamiah akan mencari dan memangsa alga sebagai bagian dari dietnya, sehingga diharapkan kehadiran alga akan terkontrol dengan baik. Meskipun demikian perlu diingat bahwa jenis-jenis ikan pemakan alga, siput atau udang tersebut seringkali bersifat selektif, atau pemilih dalam memangsa alga.Sehingga tidak jarang meskipun mereka efektif dalam mengurangi satu jenis alga tertentu, tetapi tidak efektif terhadap jenis alga yang lain. Dalam beberapa hal mereka bisa saja terpaksa memakan juga alga yang mereka tidak sukai, terutama bila dalam akuarium tersebut tidak ada pilihan pakan lain. (WP)

  

Referensi:

Purwakusuma, W. (2003). Lumut dalam akuarium Anda . Aquatica Magazine Vol.01 No.03, 35-39.

Comments   

0 #14 BestBryan 2019-09-15 20:59
I see you don't monetize klubikan.com, don't waste your traffic, you can earn additional
bucks every month with new monetization method. This
is the best adsense alternative for any type of website (they approve all
sites), for more details simply search in gooogle:
murgrabia's tools
Quote
0 #13 ScotJuicy 2018-11-27 14:05
Hi. I see that you don't update your blog too often. I know that writing content
is time consuming and boring. But did you know that there is a tool that
allows you to create new posts using existing content (from article directories or other blogs from your niche)?
And it does it very well. The new articles are high quality
and pass the copyscape test. Search in google and try: miftolo's tools
Quote
0 #12 BestElouise 2018-11-11 06:30
I have noticed you don't monetize your site, don't waste your traffic, you can earn additional bucks every month.
You can use the best adsense alternative for any type
of website (they approve all websites), for more info simply
search in gooogle: boorfe's tips monetize your website
Quote
0 #11 BestMildred 2018-11-10 16:28
I have noticed you don't monetize your page, don't waste your traffic, you can earn additional cash every month.
You can use the best adsense alternative for any type of website (they approve all websites),
for more details simply search in gooogle: boorfe's tips monetize your website
Quote
0 #10 http://Sakura.Ne.jp/ 2018-10-24 19:12
Please let me know if you're looking for a writer for your site.
You have some really great posts and I believe I would be a good asset.
If you ever want to take some of the load
off, I'd absolutely love to write some content for your
blog in exchange for a link back to mine. Please send me an email if interested.
Regards!

Also visit my weblog - http://Sakura.Ne.jp/: http://Sakura.Ne.jp/
Quote
0 #9 taruhan online 2018-10-22 07:44
I every time used too study paragrah in news papers but now ass I am
a user of net thus from now I am using net for content, thanks tto web.


my web page taruhan online: https://dewisport.com/
Quote
0 #8 BestHunter 2018-09-07 08:01
I see you don't monetize your site, don't waste your traffic, you can earn extra cash every month.
You can use the best adsense alternative for any type of website (they approve all websites), for more details simply search in gooogle: boorfe's tips
monetize your website
Quote
+1 #7 SofiaJuicy 2018-08-23 06:00
Hello. I see that you don't update your website too often. I know that writing articles is
boring and time consuming. But did you know that there
is a tool that allows you to create new posts using existing content (from article directories or other
blogs from your niche)? And it does it very well.
The new posts are high quality and pass the copyscape test.
Search in google and try: miftolo's tools
Quote
-1 #6 MozelleJuicy 2018-08-10 19:54
Hello. I see that you don't update your site too often. I know that writing content is time consuming
and boring. But did you know that there is a tool that allows you to create new articles using existing content (from article directories or other blogs from your niche)?
And it does it very well. The new posts are high quality and pass the copyscape test.

You should try miftolo's tools
Quote
0 #5 Full Content 2018-05-28 12:03
There is no single solution-but heaps of options
like I said at the start, there's no hard and fast manual that states to the point solutions
into all your problems. Now in the event you pose a particular problem
into a panel of experts, then you are certain to get many distinctive comments and solutions in yield.
This can grow to become confusing.
Quote

Add comment


Security code
Refresh

Features

Daftar Perusahaan Ikan Hias ...

Daftar Perusahaan Ikan Hias ...

Borneo Sucker (Gastromyzon ...

Borneo sucker merupakan ikan ...

Ikan Badut

Cantik, lucu, dan ...

Matamata, Daun Hidup dari ...

Matamata merupakan salah satu ...

African Buterfly Fish

Mungkin sering kita menduga ...

Jual-beli

USB Desktop Aquarium

No Warranty

Jual aquarium / akuarium ...

Jual aquarium / akuarium merk fishland seperti ...

canister EHEIM Pro3 600L

Halo agan" saya mau jual canister EHEIM Pro3 600L ...

Aquarium Fish Tank Water ...

No Warranty

Air Bubble Stone Aerator ...

No Warranty

BolehDeals Aquarium LED ...

No Warranty

Silakan Login untuk memasang iklan jual-beli.

Event

Aquabex 2015: Bekasi ...

Bagi anda yang berdomisili di sekitar kota ...

KONTES IKAN SILUK ...

KONTES IKAN SILUK (AROWANA) DAN PAMERAN IKAN ...

Le salon ExpoZoo

Le salon ExpoZoo

EXPO SALONS - ANIMAL EXPO

EXPO SALONS - ANIMAL EXPO

Community

Most read news

Tentunya akan ...
Filter samping dewasa ...
Resep pakan ikan yang ...
Filter akuarium tidak ...
Pada edisi sebelumnya ...
Rasanya agak sulit ...
Pada artikel kami di ...
Arwana merupakan jenis ...
Seperti diungkapkan ...

Who's Online

We have 14 guests and no members online

This site stats

Website ini masih dalam tahap pengembangan. Kami mohon kritik dan saran Anda untuk perbaikan layanan. Saran dan Komentar.

Live chat

Live chat

To help us serve you better, please provide some information before we begin your chat.