Ibarat teknologi yang terus berkembang, dunia ikan louhan pun seakan tak mau ketinggalan. Terus berbenah hingga semakin memantapkan “Performance”nya sebagai ikan no. 1 yang paling digandrungi dan diminati masyarakat.

Hal demikian tentu saja mempunyai dampak sangat positif. Bagi para breeder akan menjadi pemicu untuk berupaya mencari alternatif, ramuan dan upaya menciptakan jenis yang lebih menarik, unik dan kwalitas lebih baik. Bagi para hobiis, akan memberikan banyak pilihan dalam mencari louhan-louhan unggulan sebagai koleksi. Ramainya persaingan tentu memberikan peluang bagi event organiser untuk memfasilitasi berbagai acara untuk menyemarakkan gelaran ikan louhan dengan kemasan yang beragam. Seperti gelaran yang belum lama diselenggarakan oleh Bayutama Promosindo yang bekerjasama dengan KORPASKHAS pada tanggal 7-15 Juni 2003. Gelaran ini bertempat di Gedung NHI (STPB) dengan tema Pameran dan Kontes Bandung Louhan Explosure 2003, Bandung Betta’s Explosure Cupang, Pameran Ikan & sarana pendukungnya serta acara- acara perlombaan seperti Lomba Mewarnai tingkat anak usia 7-12 th, Lomba Fotogenic anak usia 5-13 tahun, lomba Gambar tingkat anak usia 7-12 th serta lomba Dancer kategori anak usia 6-13 th dan remaja/umum.

Disela-sela kesibukan gelaran, seorang penyelanggara menyalami penulis dengan senyum pipitnya. Tak salah lagi beliau adalah Bapak Bunawan. Berikut ini adalah beberapa cuplikan obrolan hangat penuh canda antara penulis dengan Bunawan:

Bagaimanapun, louhan yang sudah mempesona dan merebut hati berbagai kalangan masyarakat, perlu ditunjang dengan berbagai upaya kearah pemberian pengetahuan baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga masyarakat bukan saja bisa mengagumi seekor louhan yang sudah jadi, namun dapat memeliharanya dengan baik. Bisa jadi louhan yang berkwalitas sebaik apapun jika tidak bisa merawatnya tentu berakhir dengan kekecewaan, dan pada akhirnya sikap

kekaguman bisa berubah menjadi anti klimaks dari penggemarnya. Event seperti ini diharapkan membawa visi baru terutama bagi kalangan pemula untuk bisa mengenal, dan mengetahui berbagai informasi berhubungan dengan louhan khususnya dan umumnya ikan hias, teknik pemeliharaan yang baik, dan beragam informasi pendukung termasuk aspek kearah pengembang biakannya. Secara jujur, saya salut pada Majalah Aquatica yang begitu komitmen dalam penyajian yang sarat ilmu dan pengetahuan sehingga membuka wawasan secara luas bagi penghobi ikan hias pada umumnya”.

Lebih lanjut, menurut penasehat kegiatan ini, empat mata rantai yang tidak dapat dipisahkan yaitu adanya peternak/breder, adanya pedagang ikan dan peralatannya, adanya penghobi ikan dan event yang mempertemukan kreasi dan prestasi yaitu kontes. Diakuinya bahwa pekerjaan menilai sesuatu jauh lebih sulit, apalagi menilai secara proporsional. Bisa jadi faktor selera seseorang yang berbeda sehingga menilai sesuatu dalam sudut pandang yang berbeda pula. Memang, Standard yang proporsional masih perlu penjabaran yang lebih baku dan seragam, sehingga event yang diselenggarakan bisa benar-benar bersih, bebas KKN dan transparan. Hal ini tentu tak semudah dalam kenyataannya karena selalu ada pihak yang menang dan yang kalah.

Sambil diiringi tawanya yang berderai: “event seperti ini idealnya dilaksanakan 2 bulan sekali, hal ini untuk menjaga tingkat kejenuhan masyarakat dan memungkinkan perhelatan tambah seru dengan munculnya pendatang baru”. Bisa jadi ikan yang menjuarai kontes ditempat tertentu, dan ditempat lainnya tidak masuk nominasi, demikian pula ikan yang tadinya juara di kelas ukuran tertentu tapi tidak signifikan menjadi juara di kelas berikutnya. Faktor mutasi, perubahan tempat dan kondisi ikan sangat berpengaruh sehingga beberapa peserta kontes yang penulis temui, umumnya tidak membawa satu ekor ikan saja melainkan beberapa ekor, diantaranya Deni asal Cipaganti Bandung. Pada kontes kali ini ia membawa 13 ekor ikan untuk dipertandingkan di semua kelas kecuali non marking. Ia yang mengaku hanya sekedar hobi dan tidak memiliki counter louhan mengakui bahwa bukan hanya dirinya namun keluarganya yang terpana dan menggandrungi louhan, termasuk adik dan kakaknya. Beberapa ekor ikan ditunjukkannya pada penulis dan dengan bangganya menyebutkan beberapa prestasi dari masing-masing ikan dari beberapa gelaran yang pernah diselenggarakan, diantaranya kontes di BTC jalan salak dan kontes lainnya. Kiatnya menjadikan ikan peliharaannya berkwalitas cukup sederhana yaitu berikan pakan yang paling disenangi ikan, dan balance nutrisi sesuai kebutuhan gizi ikan, dan usahakan berganti-ganti sehingga ikan tidak bosan. Ia mengakui bahwa ikannya didapatkan dari salah seorang kawan dekatnya di Penang Malaysia, dan kalaupun dikirimi hanya paling beberapa ekor saja karena di Malaysia pun sudah sulit mencari ikan yang benar-benar bagus. Pada pagelaran di NHI, Aquatica tidak bisa menyaksikan koleksi Deni lebih lanjut dan medokumentasikannya karena belum juga gelaran ini usai Deni sudah menarik ikannya yang berjumlah 13 ekor. Kejadian yang tidak diharapkan oleh semua pihak termasuk panitia penyelenggara. Bagaimanapun, dengan tidak bermaksud turut mencampuri permasalahan, sebuah kesalahpahaman memang perlu diklarifikasikan secara jernih sehingga tidak berdampak pada event-event selanjutnya. Sebuah tantangan yang perlu diperhatikan semua pihak demi suksesnya penyelenggaraan di masa mendatang, introspeksi dan perbaikan merupakan hal bijak yang perlu disikapi dan diambil hikmahnya.

Berbeda dengan Deni yang membawa putranya dalam gelaran ini, seorang peserta lain, Ali demikian namanya, datang bersama 2 orang kawannya dan hanya 1 ekor yang ia daftarkan untuk ikut kontes. Menurut penuturannya ia hanyalah pemula yang mulai tergiur memelihara Louhan 6 bulan lalu. Ia mendapatkan ikan tersebut dari salah seorang breeder di Cileunyi seharga Rp 15 ribu 5 ekor. Sambil menunjuk ikannya yang menurut Ali berkelamin ganda, dalam kontes kali ini ikan tersebut masuk dikelas kategori unik. Warna merah muda menyelimuti koleksinya yang pernah ditawar untuk ditukar

dengan sepeda motor supra. Menurut keterangannya ikannya lagi sulit makan sehingga nonongnya rada kempes. “Kenapa gak diberikan saja pak,toh belinya aja murah”, demikian penulis berseloroh. Namun jawabnya: “Sayang, ikan ini berkelas dan prestasinya masih panjang, jadi mending dirawat saja”. Dikelas Baby pernah mendapat Juara I di BTC, bahkan salah seorang juripun pernah meyakinkannya bahwa ikan tersebut bagus dan mending dipelihara saja.

Menurut Harry, di salah satu standnya, Bandung Louhan menuturkan bahwa faktor genetis ikan mempengaruhi 30% sedangkan sisanya 70 % tergantung pada faktor perawatan. “Perawatan yang bagaimana yang menurut Pak Harry sarankan”, tanya penulis. Beberapa faktor kunci perawatan menurutnya yaitu pertahankan air sejernih mungkin, dengan kondisi suhu terjaga optimal 30°C, pH=7,8 - 8,2 dan Hardness/kesadahan usahakan lebih dari 12 dH (lebih dari 210 ppm). Kenapa ? Karena pada hardness lebih dari 12, berarti air tersebut memiliki kandungan ion Calsium dan Magnesium sedang dengan tingkat kesuburan sedang, sehingga memungkinkan pembentukan sirip yang lebih keras, lebih lebar dan tentu performance yang lebih baik.

Pada gelaran kontes di NHI 2003, Kiking yang mendaftarkan koleksinya sejumlah 6 ekor menuturkan sempat ditawari untuk bergabung dengan kontestan lain untuk bisa merebut tiket juara umum. Dengan kerendahan hati ia menolak, bukan tidak mau kebersamaan, ia lebih berfikir kalau kontes di luar daerah mungkin tidak masalah karena membawa nama Bandung, namun event di lingkungan internal sendiri ia lebih cenderung sebagai fighter, dan merasa malu seakan kontes hanya untuk merebut hadiah juara umum yaitu sepeda motor. Ia lebih cenderung bahwa kontes adalah gengsi dan kepuasan, sehingga berdasarkan hasil rating penilaian, dirinya yang memiliki pengumpulan angka selisih 2 point di bawah Hoki Jaya yang merupakan gabungan dari Cun cun, Yakobus dan Kiki, bagi Kiking ia merasa puas meskipun Gelar Juara Umum direbut Hoki Jaya. Menyikapi jumlah peserta yang berjumlah sekitar 125, menurut komentarnya, di Bandung hobiis louhan, seperti halnya hobiis burung kicauan dan merpati, lebih mengarah pada bisnis. Keadaan tersebut berbeda dengan di Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur dimana ajang gelaran yang melahirkan juara tidak cenderung untuk dijual tapi untuk di koleksi. Keadaan ini menjadikan sebuah persaingan yang semarak, peta persaingan semakin ketat dengan harga yang kompetitif, sehingga pialang yang mencari jenis unggulan menjadikan sebuah perlombaan menarik dan penuh persaingan. Kondisi tersebut berbeda dengan di Bandung, menurut Kiking hobiis di Bandung kurang nyali. Baru punya yang sedikit bagus sudah di jual. Fenomena ini menimbulkan dampak pada peserta kontes, adakah peserta dari 3 kota tersebut diatas yang hadir dan turut serta dalam perhelatan, paling-paling para importir yang berkepentingan mengirim ikan ke Bandung. Dibandingkan dengan Jakarta, Semarang, Jogjakarta dan Surabaya, maka hampir bisa dipastikan bahwa kualitas ikan louhan yang ada di Bandung menempati peringkat 5 dari 5 kota. Kiking berharap, pada event selanjutnya ia berencana untuk ambil bagian di kontes di kota lain setelah ikan koleksinya memadai.

Puncak kegiatan Pameran dan Kontes Bandung Louhan Explosure 2003, Bandung Betta's Explosure Cupang, justru ditutup dengan pemberian penghargaan bagi media yang telah meliput kegiatan dalam rangka memasyaratkan ikan hias. Penghargaan diberikan oleh ibu Dr. Diah selaku Sekretaris Persatuan Pencinta Louhan Indonesia. Disela- sela pemberian penghargaan, bisik- bisik diantara rekan wartawan yaitu: “giliran kita yang tampil ke panggung, lalu siapa yang akan memfoto”, rupa-rupanya bisik bisik ini sempat didengar panitia dan secara spontanitas aksi wartawan diatas panggung pun sempat di abadikan. Terimakasih Panitia....rupa-rupanya inget juga pada kami.

CING HWA AMING, PRIMADONA BANDUNG LOUHAN EXPLOSURE 2003

Penampilannya yang memikat didominasi pendaran mutiara di sekujur tubuh dan siripnya. Warna lembut menyelimuti paduan harmonis sangat kontras dengan penampakan marking yang tegas. Penampilannya yang anggun, membuatnya tak sia-sia melewati perjalanan panjang dari Kelapa Gading Jakarta menuju Bandung. Berbekal pengalamannya menundukkan saingannya di kontes BTC sebagai Grand Champion, julukan primadona dalam gelaran di NHI Bandung sangatlah tepat karena koleksi Aming kembali dinobatkan untuk ke 2 kalinya sebagai Grand Champion BANDUNG LOUHAN EXPLOSURE 2003.

Gelaran yang diselenggarakan berbarengan dengan event penyelenggaraan di 3 tempat, efeknya tentu pada jumlah peserta yang minim karena konsentrasi tersebar. Namun demikian, tidak menyurutkan persaingan yang ketat. Sang Zamorano “Kiking” yang menurunkan andalannya di kelas Cencu 18 cm up yang beberapa kali boleh berbangga atas prestasi piaraannya harus mengakui kelebihan Ching Hwa pendatang asal Jakarta, demikian pula H.Dadang asal Karawang, Suiya Mas Bandung serta Jaya Hoki.

Bermaterikan juri lokal yang terdiri dari Han's Jakarta, Budi Jogjakarta, Suryanto Jakarta, Harry Bandung serta Nandy sebagai Dewan Juri, Bunawan selaku Penasehat kegiatan mengungkapkan perlunya pembelajaran untuk mengoptimalkan kemampuan sendiri. Diakuinya, bahwa kekurangan selalu ada dan perlu introspeksi dan pembenahan. Adanya kekurangpuasan dan kesalah pahaman merupakan tantangan untuk disikapi lebih baik sehingga kejadian adanya peserta yang menarik ikannya sebelum kontes selesai merupakan pelajaran berharga akan pentingnya standar penilaian yang baku. Semoga kejadian tersebut membawa hikmah kearah perbaikan dimasa mendatang.

Ditemui di standnya yang banyak menampilkan ikan cupang dan guppy, Ir. Cuncun yang merupakan mania cupang dan memiliki 800 buah akuarium cupang mengakui bahwa dirinya sangat tidak terganggu dengan memasyarakatnya louhan yang menggeser minat masyarakat terhadap cupang. Lebih lanjut saijana elektro itu menjelaskan bahwa komitmenya terhadap cupang tidak terpengaruh karena adanya jaminan pasar yang menampung produk cupang hasil silangannya ke beberapa negara seperti eropa, amerika, dan australia. Hal senada diungkapkan Ir. Gunawan yang sama-sama eksis dibidang cupang dan guppy, banyak hal yang ingin disampaikan terutama jenis yang tengah ngetrend pada saat ini di Singapura yaitu jenis silangan halfmoon tail. Ia berharap, jenis cupang bisa menemukan kejayaannya kembali seperti setahun lalu.

Dalam gelaran kali ini, meskipun belum dipisahkan kategori senior, medium dan small, tidak menyurutkan persaingan di kelas warna dasar, kombinasi, maskot, bulan dan ekor cagak. Melalui kontes cupang kali ini, diharapkan bisa mendongkrak kembali kejayaannya sehingga cupang kembali marak seperti setahun lalu.

Pemenang Grand Champion Bandung Betta's Explosure Cupang 2003

 

Penampilannya yang masih muda belia, tak salah kalau penulis memperkirakan ia masih seorang pelajar dan ternyata benar ia masih dibangku SMU BPK 3 kelas 2, sang pemilik Cupang No. C 29 yang dinobatkan sebagai Pemenang Grand Champion Cupang oleh juri yang terdiri dari 3 orang yaitu Setiawan Budi, Ever Tagoli, Hadi dan berhak menerima Troophy bergilir dari Dankorpaskhas. Pelajar yang menyukai warna merah, sesuai dengan warna ikan yang dimilikinya merah menyala, menjuarai kelas warna dasar mengalahkan pesaingnya di kelas warna maskot, warna kombinasi dan halfmoon. Ikan yang didapatnya dari salah seorang pedagang di Slipi, Feri memilihnya karena melihat kerapihan dan siripnya yang pecah. Feri pun mengakui bahwa ikan miliknya masih ada kekurangan yaitu dibagian ekornya masih menggantung dan sedikit kurang sejajar namun masih tumbuh, karena masih muda, semuda dirinya mengikuti kontes. Selamat Fer... (W. Suprianto)

Comments   

0 #6 Jamey 2019-01-05 20:29
Good day! I know this is kinda off topic but I'd figured
I'd ask. Would you be interested in trading links or maybe guest authoring a blog article
or vice-versa? My blog goes over a lot of the same subjects as yours and
I believe we could greatly benefit from each other. If you happen to be interested feel free to send me an email.
I look forward to hearing from you! Wonderful blog by the way!
Quote
0 #5 Mabel 2019-01-01 17:32
Hey there! I know this is somewhat off-topic however I had to ask.
Does building a well-established website like yours take a massive amount work?
I'm completely new to operating a blog but I do write in my diary
on a daily basis. I'd like to start a blog so I will be able to share my
experience and views online. Please let me know if you have any ideas
or tips for brand new aspiring bloggers. Thankyou!
Quote
0 #4 privatevpn cost 2018-12-12 09:29
Just want to say your article is as surprising. The clarity for your publish is just spectacular
and i can assume you are knowledgeable on this subject.
Well together with your permission allow me to grab your feed
to keep updated with approaching post. Thanks a million and please
carry on the rewarding work.
Quote
0 #3 BestJamal 2018-11-10 23:29
I have noticed you don't monetize your website, don't waste your traffic, you can earn additional
bucks every month. You can use the best adsense alternative for any type
of website (they approve all websites), for more details simply search
in gooogle: boorfe's tips monetize your website
Quote
0 #2 BestTessa 2018-10-31 10:18
I see you don't monetize your site, don't waste your traffic,
you can earn extra bucks every month. You can use the
best adsense alternative for any type of website (they approve
all websites), for more info simply search in gooogle:
boorfe's tips monetize your website
Quote
0 #1 BestNicole 2018-10-16 18:34
I have noticed you don't monetize your page, don't
waste your traffic, you can earn extra cash every month.

You can use the best adsense alternative for any type of website (they
approve all websites), for more info simply search in gooogle: boorfe's tips monetize your website
Quote

Add comment


Security code
Refresh

Features

Daftar Alamat UPT Pusat ...

Daftar Alamat UPT Pusat ...

Daftar Perusahaan Ikan Hias ...

Daftar Perusahaan Ikan Hias ...

Indo Betta Splendens - InBS

Bermula dari ngobrol-ngobrol ...

Sekilas Kiprah Cupang Hias di ...

Maraknya Louhan di Indonesia, ...

African Buterfly Fish

Mungkin sering kita menduga ...

Jual-beli

Jual aquarium / akuarium ...

Jual aquarium / akuarium merk fishland seperti ...

Aquarium Fish Tank Water ...

No Warranty

Ultra-quiet Mini DC12V ...

No Warranty

USB Desktop Aquarium

No Warranty

canister EHEIM Pro3 600L

Halo agan" saya mau jual canister EHEIM Pro3 600L ...

BolehDeals Aquarium LED ...

No Warranty

Silakan Login untuk memasang iklan jual-beli.

Event

Le salon ExpoZoo

Le salon ExpoZoo

KONTES IKAN SILUK ...

KONTES IKAN SILUK (AROWANA) DAN PAMERAN IKAN ...

EXPO SALONS - ANIMAL EXPO

EXPO SALONS - ANIMAL EXPO

Aquabex 2015: Bekasi ...

Bagi anda yang berdomisili di sekitar kota ...

Community

Most read news

Tentunya akan ...
Filter samping dewasa ...
Resep pakan ikan yang ...
Filter akuarium tidak ...
Pada edisi sebelumnya ...
Rasanya agak sulit ...
Pada artikel kami di ...
Arwana merupakan jenis ...
Seperti diungkapkan ...

Who's Online

We have 21 guests and no members online

This site stats

Website ini masih dalam tahap pengembangan. Kami mohon kritik dan saran Anda untuk perbaikan layanan. Saran dan Komentar.

Live chat

Live chat

To help us serve you better, please provide some information before we begin your chat.